Pagi yang sangat cerah
Langit biru bermotif awan putih tipis
Angin semilir dingin menusuk tulang
Udara segar merasuk relung terdalam
Mentari tak ragu menghangatkan semua,
menyilaukan setiap pandang mata,
mengangkat embun dedaunan dan rerumputan
Kicau manja energik burung-burung
Selimut kabut terangkat perlahan
Petani sumringah menebar harapan,
di legam lumpur pesawahan,
di pematang tapak-tapak kehidupan
Semua bersuka cita...terimakasih Yaa Rahman
Sujud dhuha abdi-abdiMu...terimakasih Yaa Rohim
*maka nikmat Rabbmu yang manakah yang kamu dustakan?*
No comments:
Post a Comment